Selaksa Rasa dalam Kata

Selaksa Rasa dalam Kata

Snowndis

Genggamannya pada bucket bunga mengerat, terlalu kuat hingga rasanya tak cukup mengurangi dadanya yang kian sesak.


Apa ini?


Logikanya menolak dengan apa yang dilihatnya saat ini.


Bagaimana bisa? Bagaimana mungkin?


Ratih terus bertanya-tanya dalam diamnya sampai suara gemuruh di sekitarnya terdengar pun pelukan dua orang yang sejak tadi menjadi tontonan.


Menjijikkan.


Ratih muak. Ratih merasa lebih dihinakan daripada penolakan. Ia telah ditusuk dari belakang oleh orang-orang yang ia percayai sepenuh hati. Tanpa sedikitpun terselip bayangan hari ini akan terjadi menimpanya. Bagai ribuan ton batu kini menimpa dadanya. Belum lagi ditambah tusukan duri menancap di sana. Sakit.


Tapi orang-orang itu lebih sakit.


Apa-apaan ini? Omong kosong apa yang ada di hadapannya mengapa berbanding terbalik dengan apa yang mereka lakukan selama ini?


Batin Ratih kian menjeritkan sumpah serapah dan makian atas pengkhianatan yang mereka lakukan.


Di sana, lelaki yang akan ia ungkapkan perasaannya, lelaki yang akan menerima bucket bunga darinya, kini tengah mendekap perempuan yang tak lain merupakan salah satu orang yang tadi masih menyemangatinya. Bukan itu saja, di sekeliling mereka semua yang konon bertitel sahabatnya, yang sejak semalam menyemangatinya bahkan tadi sebelum ia menginjakkan kaki di tempat ini turut bersorak riang gembira seolah inilah momen yang ditunggu mereka.


Kurang ajar!


Ratih dikhianati. Tak ada perasaan lebih sakit dan memuakkan dari pengkhianatan ini.


Benaknya kian mengulas ingatan di mana ia sering bercerita tentang sang tuan yang nyatanya pasti di belakang ia ditertawakan.


Kurang ajar!

About this Ebook

Unduh ebook PDF Selaksa Rasa dalam Kata karya Snowndis secara gratis. Format PDF berkualitas tinggi, siap dibaca di mana saja.

Koleksi terbaik di Sfile. Gratis download, tanpa ribet.

DOWNLOAD PDF NOW

* By downloading, you agree to our terms of service.

You Might Also Like