Mendua Setelah 18 Tahun Bersama

Mendua Setelah 18 Tahun Bersama

Andriani Silvia

“Ayah makan banyak ya disana? Makin gemukan.”
Kuusap pipinya yang semakin berisi. Rahangnya yang biasa dipenuhi bulu-bulu halus kini dicukur bersih. Padahal dia paling tidak suka jika dicukur bersih seperti ini


Beberapa hal kuperhatikan memang ada yang berubah dari Mas Hadi, tapi bukan sesuatu yang besar. Aku tidak pernah ambil pusing dan mementahkan semua pikiran buruk yang akan merusak kepercayaanku pada suamiku.


Satu bulan ini suamiku menyelesaikan proyek di luar kota. Rasanya ingin sekali seharian bermanja dengannya sebelum besok menjemput anak-anak di pondok. Ketiga anakku sudah waktunya mendapat libur panjang dan diberi izin untuk pulang


“Tentu saja. Namanya juga diurus istri baru, dia tidak kalah darimu.”


Hatiku mencelos, tangan yang tadi berada di pipinya kini terjatuh lunglai.


“Ma-maksud kamu apa, Yah?”


Sebelah tangannya terangkat memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manis. Bukan cincin pernikahan kami di sana tapi cincin yang baru pertama kali kulihat. Seolah mempertegas jika dirinya benar-benar sudah menikah lagi.


“Ini tidak lucu, Yah!” Aku menggeleng menepis semuanya, berharap ini hanya candaannya saja. Aku tahu dia suka sekali bergurau.


“Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, Husna. Lebih baik aku menikah daripada berzinah bukan?”


Tanganku mengepal dengan air mata yang berlomba turun membasahi pipi, rongga dada sudah terasa sangat sesak sampai nafasku tersendat-sendat. Dunia seakan runtuh di atas kepala.

About this Ebook

Unduh ebook PDF Mendua Setelah 18 Tahun Bersama karya Andriani Silvia secara gratis. Format PDF berkualitas tinggi, siap dibaca di mana saja.

Koleksi terbaik di Sfile. Gratis download, tanpa ribet.

DOWNLOAD PDF NOW

* By downloading, you agree to our terms of service.