Diary Gue, Diary Lo
Melanie Subono
“Ah, nggak ada gunanya.”
“Sudahlah, nggak akan bisa mengubah apa pun juga, kok.”
“Emang gue siapa? Nggak bakal didengerinlah!”
Dan sejuta kalimat pesimis lainnya adalah kalimat yang paling sering gue dengar dalam keseharian gue. Komplain jalan terus, menggerutu jadi hobi, jiwa pesimis membudaya, tindakan tetap nol.
Dulu gue pun berpikir seperti itu. Nggak cuma sekali, dua kali, seratus kali, bahkan hampir dalam semua hal yang gue lakukan. Saat melihat hal buruk, gue memilih untuk diam. Gue cuma bisa mengeluh, menyesali situasi yang ada, dan membicarakan orang.
Dan yang tercapai? Keadaan yang begitu-begitu saja. Akhirnya gue berkesimpulan: Kalau lo nggak suka sesuatu, berbuatlah sesuatu. Kalau lo nggak mau berbuat apa-apa, ya lo nggak berhak untuk komplain.
Ini adalah catatan tentang apa yang gue rasakan dan ingin gue perjuangkan, yang mungkin salah satunya adalah hal yang selama ini juga lo rasakan.
***
“Melanie Subono mengingatkan untuk tetap menjadi manusia dengan rasa kemanusiaannya di mana pun posisi kita. Kalian harus baca buku ini, tentang Melanie yang membumi.”
—Ainun Chomsun, @pasarsapi, Penggagas Akademi Berbagi
About this Ebook
Unduh ebook PDF Diary Gue, Diary Lo karya Melanie Subono secara gratis. Format PDF berkualitas tinggi, siap dibaca di mana saja.
Koleksi terbaik di Sfile. Gratis download, tanpa ribet.
* By downloading, you agree to our terms of service.